ini serius
jangan tanyakan padaku kenapa aku mencoba beasiswa itu
jangan tanyakan padaku kenapa harus Djarum
jangan tanyakan padaku kenapa orang tua ku mengijinkan aku mencoba beasiswa itu
jangan tanyakan padaku kenapa keluargaku tak melarangku
biarkan aku dan Dia yang tahu.
biarkan, hanya kami
dan ,
jangan tanyakan padaku kenapa aku 'ngebet' mendapatkan beasiswa
jangan tanyakan padaku kenapa aku mengajar les
jangan tanyakan padaku kenapa aku seperti 'haus' uang
jangan tanyakan padaku kenapa aku pingin lepas biaya dari orang tua ku
jangan tanyakan padaku kenapa aku seperti 'sok-sok'an
tolong jangan tanyakan.
:)
Senin, 21 Juli 2014
Minggu, 20 Juli 2014
aku dan beasiswa djarum
huft .kreek.. kreteek.. *mencoba untuk melemaskan jari jemari, karena telah lama tak menulis disini . hai blogy, apa kabar ? :) [blogy : sapaan untuk si blog haha]
aku, dan dia (beasiswa djarum)
suatu kebahagian dalam diri seorang masing-masing jika ia mendapatkan sebuah beasiswa.
suatu keinginan yg kuat pula dalam diri seorang masing-masing jika ia menginginkan mendapatkan beasiswa
dan suatu perjuangan pula yang harus seorang itu tempuh agar dapat suatu beasiswa.
..... dan ini, kisah mesra ku, bersama dirinya, calon beasiswa....
aku annisa, aku calon beswan . suatu kebanggaan sendiri bisa dipanggil sebagai calon beswan
beswan itu adalah penerima beasiswa Djarum.
dan aku, calon beswan :)
beasiswa Djarum, adalah beasiswa yang paling hot, paling spektakuler, paling booming, dan sekejap seseorang akan menjadi sosok yang terkenal jika ia mendapatkan beasiswa nya.
Singkat cerita, aku mengadukan nasibku pada dirinya (beasiswa Djarum)
dan ternyata hanya 3 orang yang daftar dari jurusanku.
karena kami pun sadar, peluang kami sebenarnya sangatlah kecil dibandingkan jurusan lain yang lebih hot pula
namun, jangan panggil kami anak matematika jika kami tak berani mencoba haha (oke itu sedikit hiburan -.- )
singkat cerita,
suatu hari H kami bertiga berangkat menuju TKP, dan tkp nya ada di gor jatidiri.
kami hanya bertiga, [aku, mis.N dan mr.M].
mis.N berangkat diantar her pacar, dan aku berangkat bersama mr.M, namun kami bermotoran sendiri2
memang dasarnya orang Indonesa, kami berdua berangkatnya nelat.
di jadwal jam tgh 8 kami berangkat dari kos jam tengah 8 kurang 5 menit -___-
ternyata kami tidak sendiri, ternyata banyak juga mahasiswa/i yang buru2 dan saling but-butan ingin menuju TKP
hloh kok aku tau ? karena mereka memakai almamater yang sama punyaku haha
*ehem, huft biarkan saya menghela napas, karena disini mulai naik alurnya :')
iya, saya naik motornya di belakang mr.M
dan mr.M ada dibelakangnya orang2 yang mengebut tadi.
hei kalian yang anak semarang,
kalian tau belokan ke arah jati diri ?
nah entah mengapa disitu hati saya mulai tidak tenang.
iya sih dari awal memang udah gak tenang karena takut tes wawancaramya. tapi ini beda,
entah mengapa saya ingat obrolan saya dan teman saya semalem sebelum hari itu saat liqo'. teman yang mulai membuka pembicaraan
dan entah mengapa obrolan itu datang di kepala saya, dan selintas dalam pikiran saya bertanya pada diri sendiri
-subhanallah bgt bgt bgt bgt .. Allah benar2 memuliakan dan mengangkat derajat nya orang-orang kaya gitu, aku kapan ya bisa kaya gitu, eh aku bisa enggak ya kaya gitu, dan apa coba cobaan yang dateng ke aku -
dan setelah fikiran itu berhenti.
DUEEEEERRRRR
di depanku ada kecelakaan yang menakutkan, sangat amat menakutkan !
benar2 di depan ku
teman saya, si mr.M reflek langsung minggirin motor dan menolongnya
dan aku ?
aku
aku
aku speechless beberapa detik tak bisa bernafas karena paru2 ini seakan sesak sekali
kau tau? kau tau siapa yang kecelakaan? siapa?
dia, dia mahasiswi barengan kami saat di tembalang tadi :o
dia juga seorang beswan yang sedang mengadukan nasibnya.
aku bingung, sumpah bingung, aku tak pernah mengalami seperti ini.
jika memang benar ada kecelakaan, aku takut berhenti, takut menolong, dan takut mendekat
tapi sekarang?
aku sesak, bingung dan seperti hilang arah
lantas aku juga minggirin motor,
dan menyusul mr.M yang sedang membopong entah manusia atau malah mayat? :o
karena kalo kau benar2 di tkp dan kau orang yang takut melihat darah, mungkin kau sudah pingsan sedari tadi
heei kau lagi-lagi yang orang semarang, ketika sudah masuk ke arah jati diri kira2 3/4 jalan kau akan menemukan jalan ke kiri yang ke gunung pati, dan ke arah lurus ke gor jati diri. kau tau tempat itu?
itu seperti sebuah terowongan dan benar2 tak ada celah untuk tak kecelakaan selain dari kalian sendiri yang ekstra hati-hati dan pelan2. huft
dan yang kecelakaan antara mahasiswi yang berboncengan dan seorang ibu bersama anaknya.
mereka sudah benar2 berlumuran darah semua. apalagi di bagian muka
ibu-ibu tadi sudah benar2 tak bisa saya identifikasi -.-
ibuknya memakai jilbab entah warna apa, dan jilbab berubah menjadi merah darah semua
adiknya masih sadar namun muka penuh darah segar
mahasiswi yang diboncengkan sedikit sehat
sedangkan mahasiswi yang depan ?
astagfirullah.
kejang-kejang
muntah darah
dari mulut hidung dan sekujur wajah terpolesi lengkap warna merah meronaaa :3
mr.M reflek menuju jalan dan menyetop mobil-mobil.
2 mobil yang sudah berhenti, dan 2 orang kritis yang aku pun tak tau dia masih akan selamat tidak samapi di rumah sakit nanti.
hei kau yang membaca, jgn salahkan saya jika sy berfikir seperti itu. karena ternyata semua org yang disitu pun juga berfikir seperti itu, antara hidup dan mati .
singkat cerita lagi,
setelah semua nya dibawa ke rumah sakit, sekarang tinggal nasibku dan nasib mr.M sebagai calon beswan
saya balik ke motor, dan ku lihat jam di hape saya.
8 kurang, sudah telat. jedag jedug rasanya hati saya.
Allah... apakah ini jawaban selintas pikiran saya tadi :')
aku sudah naik ke motor, kulihat mr.M masih sibuk mengurus sisa-sisa kecelakaan
kutunggu, 1 menit, 2 menit...
dia lantas berlari ke arah ku
Allaaaaaaah :(
ini hati hamba beras hancur berkeping-keping
mungkin seperti mtor mbak nya tadi yang udah hancur
hati hamba juga ya Rabb. hati hamba sakiiit
beasiswa yang selama ini saya iming-imingkan
banyak beasiswa sebelum ini yang datang kepada saya dan seolah melambai-lambai kpd saya
namun benar2 saya tolak.
saya kuatkan hati, saya yakin saya adalah BESWAN ! aku beswan ! aku bukan penerima beasiswa lain selain ini.
hari dimana tes itu harusnya aku juga disuruh pulang,
tapi lagi-lagi aku tolak halus dan aku minta ijin untuk ikut tes
sudah ku minta doa restu pada semua nya.
tapi hari yang ditunggu malah .........
dijalan menuju rs pun aku cuman diam, dan tak sadar bahwa air mata sudah menetes
sampai parkir aku diam, mr.M diam. kami sama-sama diam
kami menuju tempat ugd.
si ibuk keadaannya masih kritis dan tak sadarkan diri
kasihan anaknya yang nangis tak bisa diam
mbaknya? ternyata dia sobek amat dalam dibagian bawah mulut atas dagu dan pinggir bibir
singkat cerita aku yang masuk ke dalam ruang operasi mbaknya.
aku disruh megang tangan dia.
aku benar2 liat setiap detik nya si perawat menjahit daging mbaknya
dan benar2 tak ku lewatkan setiap darah segar yang mengalir ke kain putih
Allah, hamba sehat, hamba sehat, ini nikmat
hamba gamau dijahit Allah, hamba gamau ditusuk benang itu gamau
tapi Allah, Alhamdulillah, atas skenariomu ini hamba sadar betapa pentingnya sehat, dan Alhamdulillah bisa melihat orang dijahit -.- haha
singkat cerita (lagi),
aku dan mr.M menunggu di ruang tunggu
***
banyak hal yang saya dapat dari kejadian itu.
dan semoga kalian yang baca bisa meresapi nya juga yak :)
maap kalo kepanjangan hahaha
namun, setelah kejadian itu, beberapa hari stelah itu, saya masih belum bisa semangat, belum bisa tersenyum dan tertawa lepas.
yang kuat saya lakukan hanya mengurung diri di kamar kos dan menangis :')
*karena walopun saya uda berusaha ikhlas tapi orang tua saya belum terima dan marah2 haha
beda-beda cara orang dalam mengekspresikan hatinya
dan beda2 pula orang agar netral hatinya :)
kita adalah kita. karena kita adalah 'be my self' :))
malaaam
aku, dan dia (beasiswa djarum)
suatu kebahagian dalam diri seorang masing-masing jika ia mendapatkan sebuah beasiswa.
suatu keinginan yg kuat pula dalam diri seorang masing-masing jika ia menginginkan mendapatkan beasiswa
dan suatu perjuangan pula yang harus seorang itu tempuh agar dapat suatu beasiswa.
..... dan ini, kisah mesra ku, bersama dirinya, calon beasiswa....
aku annisa, aku calon beswan . suatu kebanggaan sendiri bisa dipanggil sebagai calon beswan
beswan itu adalah penerima beasiswa Djarum.
dan aku, calon beswan :)
beasiswa Djarum, adalah beasiswa yang paling hot, paling spektakuler, paling booming, dan sekejap seseorang akan menjadi sosok yang terkenal jika ia mendapatkan beasiswa nya.
Singkat cerita, aku mengadukan nasibku pada dirinya (beasiswa Djarum)
dan ternyata hanya 3 orang yang daftar dari jurusanku.
karena kami pun sadar, peluang kami sebenarnya sangatlah kecil dibandingkan jurusan lain yang lebih hot pula
namun, jangan panggil kami anak matematika jika kami tak berani mencoba haha (oke itu sedikit hiburan -.- )
singkat cerita,
suatu hari H kami bertiga berangkat menuju TKP, dan tkp nya ada di gor jatidiri.
kami hanya bertiga, [aku, mis.N dan mr.M].
mis.N berangkat diantar her pacar, dan aku berangkat bersama mr.M, namun kami bermotoran sendiri2
memang dasarnya orang Indonesa, kami berdua berangkatnya nelat.
di jadwal jam tgh 8 kami berangkat dari kos jam tengah 8 kurang 5 menit -___-
ternyata kami tidak sendiri, ternyata banyak juga mahasiswa/i yang buru2 dan saling but-butan ingin menuju TKP
hloh kok aku tau ? karena mereka memakai almamater yang sama punyaku haha
*ehem, huft biarkan saya menghela napas, karena disini mulai naik alurnya :')
iya, saya naik motornya di belakang mr.M
dan mr.M ada dibelakangnya orang2 yang mengebut tadi.
hei kalian yang anak semarang,
kalian tau belokan ke arah jati diri ?
nah entah mengapa disitu hati saya mulai tidak tenang.
iya sih dari awal memang udah gak tenang karena takut tes wawancaramya. tapi ini beda,
entah mengapa saya ingat obrolan saya dan teman saya semalem sebelum hari itu saat liqo'. teman yang mulai membuka pembicaraan
"...eh eh kau tau mbak X ? "
" iya kenapa?"
"kamu tau kalo mbak X pernah keguguran kan?"
" iya, knp ?"
" apa coba jawabannya murobbinya mbak X ketika mbak X cerita kalo dia keguguran?"
" hah ? apa emang?"
" murobbinya bilang : Barakallah ya X "
"hah? barakallah? kok selamat? "
" barakallah, berarti Allah telah mengangkat derajatmu makin tinggi jika kamu benar2 ikhlas dan bersabar atas apa yang menimpa kamu." #jleeeeb
dan entah mengapa obrolan itu datang di kepala saya, dan selintas dalam pikiran saya bertanya pada diri sendiri
-subhanallah bgt bgt bgt bgt .. Allah benar2 memuliakan dan mengangkat derajat nya orang-orang kaya gitu, aku kapan ya bisa kaya gitu, eh aku bisa enggak ya kaya gitu, dan apa coba cobaan yang dateng ke aku -
dan setelah fikiran itu berhenti.
DUEEEEERRRRR
di depanku ada kecelakaan yang menakutkan, sangat amat menakutkan !
benar2 di depan ku
teman saya, si mr.M reflek langsung minggirin motor dan menolongnya
dan aku ?
aku
aku
aku speechless beberapa detik tak bisa bernafas karena paru2 ini seakan sesak sekali
kau tau? kau tau siapa yang kecelakaan? siapa?
dia, dia mahasiswi barengan kami saat di tembalang tadi :o
dia juga seorang beswan yang sedang mengadukan nasibnya.
aku bingung, sumpah bingung, aku tak pernah mengalami seperti ini.
jika memang benar ada kecelakaan, aku takut berhenti, takut menolong, dan takut mendekat
tapi sekarang?
aku sesak, bingung dan seperti hilang arah
lantas aku juga minggirin motor,
dan menyusul mr.M yang sedang membopong entah manusia atau malah mayat? :o
karena kalo kau benar2 di tkp dan kau orang yang takut melihat darah, mungkin kau sudah pingsan sedari tadi
heei kau lagi-lagi yang orang semarang, ketika sudah masuk ke arah jati diri kira2 3/4 jalan kau akan menemukan jalan ke kiri yang ke gunung pati, dan ke arah lurus ke gor jati diri. kau tau tempat itu?
itu seperti sebuah terowongan dan benar2 tak ada celah untuk tak kecelakaan selain dari kalian sendiri yang ekstra hati-hati dan pelan2. huft
dan yang kecelakaan antara mahasiswi yang berboncengan dan seorang ibu bersama anaknya.
mereka sudah benar2 berlumuran darah semua. apalagi di bagian muka
ibu-ibu tadi sudah benar2 tak bisa saya identifikasi -.-
ibuknya memakai jilbab entah warna apa, dan jilbab berubah menjadi merah darah semua
adiknya masih sadar namun muka penuh darah segar
mahasiswi yang diboncengkan sedikit sehat
sedangkan mahasiswi yang depan ?
astagfirullah.
kejang-kejang
muntah darah
dari mulut hidung dan sekujur wajah terpolesi lengkap warna merah meronaaa :3
mr.M reflek menuju jalan dan menyetop mobil-mobil.
2 mobil yang sudah berhenti, dan 2 orang kritis yang aku pun tak tau dia masih akan selamat tidak samapi di rumah sakit nanti.
hei kau yang membaca, jgn salahkan saya jika sy berfikir seperti itu. karena ternyata semua org yang disitu pun juga berfikir seperti itu, antara hidup dan mati .
singkat cerita lagi,
setelah semua nya dibawa ke rumah sakit, sekarang tinggal nasibku dan nasib mr.M sebagai calon beswan
saya balik ke motor, dan ku lihat jam di hape saya.
8 kurang, sudah telat. jedag jedug rasanya hati saya.
Allah... apakah ini jawaban selintas pikiran saya tadi :')
aku sudah naik ke motor, kulihat mr.M masih sibuk mengurus sisa-sisa kecelakaan
kutunggu, 1 menit, 2 menit...
dia lantas berlari ke arah ku
"ini cin almamaternya"
"loh trus?"
"aku mau ke rs, ada tas yang ketinggalan cin"
"emg udah gaada orang? trus kita?"
"iya, gaada yang tanggung jawab cin kasihan,"
"eemm.. *speechles"
"aku uda relain kok cin, udah ya kamu sekarang pergi ke gor, kamu kesana sekarang, kamu ikut tes, kamu berani sendiri kan?"
"loh tapi kan, kamu gmn"
"udah jgn pikirin M, kamu berangkat aja, M uda relain kok, kasian juga cin itu tadi, mungkin Allah berkata lain untuk kali ini"
"e......eh... ucin ikut kamu"
"loh kok gt? ucin gamau tes? ucin rela? klo M sih uda rela. ucin rela nglepas?"
"udahudah jgn dibahas, ayo ke rs"
Allaaaaaaah :(
ini hati hamba beras hancur berkeping-keping
mungkin seperti mtor mbak nya tadi yang udah hancur
hati hamba juga ya Rabb. hati hamba sakiiit
beasiswa yang selama ini saya iming-imingkan
banyak beasiswa sebelum ini yang datang kepada saya dan seolah melambai-lambai kpd saya
namun benar2 saya tolak.
saya kuatkan hati, saya yakin saya adalah BESWAN ! aku beswan ! aku bukan penerima beasiswa lain selain ini.
hari dimana tes itu harusnya aku juga disuruh pulang,
tapi lagi-lagi aku tolak halus dan aku minta ijin untuk ikut tes
sudah ku minta doa restu pada semua nya.
tapi hari yang ditunggu malah .........
dijalan menuju rs pun aku cuman diam, dan tak sadar bahwa air mata sudah menetes
sampai parkir aku diam, mr.M diam. kami sama-sama diam
kami menuju tempat ugd.
si ibuk keadaannya masih kritis dan tak sadarkan diri
kasihan anaknya yang nangis tak bisa diam
mbaknya? ternyata dia sobek amat dalam dibagian bawah mulut atas dagu dan pinggir bibir
singkat cerita aku yang masuk ke dalam ruang operasi mbaknya.
aku disruh megang tangan dia.
aku benar2 liat setiap detik nya si perawat menjahit daging mbaknya
dan benar2 tak ku lewatkan setiap darah segar yang mengalir ke kain putih
Allah, hamba sehat, hamba sehat, ini nikmat
hamba gamau dijahit Allah, hamba gamau ditusuk benang itu gamau
tapi Allah, Alhamdulillah, atas skenariomu ini hamba sadar betapa pentingnya sehat, dan Alhamdulillah bisa melihat orang dijahit -.- haha
singkat cerita (lagi),
aku dan mr.M menunggu di ruang tunggu
"ucin nangis ya tadi?"
"hah? kapan?" *dalam hati : kok tau sihh -___-
"tadi di motor"
"ehehe"
"ucin udah ikhlas? masih mikirin ya?"
"hehe gatau, kalo ikhlas tapi masih kepikiran itu namanya ikhlas bukan?"
"bukan, ikhlas itu lepas, ikhlas itu berserah, pasrah"
"ucin gatau, ucin belum bisa lepas"
" ucin tenang, mungkin beasiswa Djarum ini bukan untuk kita, Allah udah nyiapin yang lain. Allah pasti punya jalan lain. ini skennario Allah kok. Dia yang punya skenario. dan kita iniadalah bonekaNya, kita ini pemerannya. nah kita sebagai pemeran ngikutin siapa? ya ngikutin yang buat skenario kaan. dan inget ya ucin, skenario Allah itu yang paling bagus, Dia yang paling jago buat skenario. tenaaang, Allah pasti ganti kok. Allah Tau itu. oke ? "
":) "
***
banyak hal yang saya dapat dari kejadian itu.
dan semoga kalian yang baca bisa meresapi nya juga yak :)
maap kalo kepanjangan hahaha
namun, setelah kejadian itu, beberapa hari stelah itu, saya masih belum bisa semangat, belum bisa tersenyum dan tertawa lepas.
yang kuat saya lakukan hanya mengurung diri di kamar kos dan menangis :')
*karena walopun saya uda berusaha ikhlas tapi orang tua saya belum terima dan marah2 haha
beda-beda cara orang dalam mengekspresikan hatinya
dan beda2 pula orang agar netral hatinya :)
kita adalah kita. karena kita adalah 'be my self' :))
malaaam
Langganan:
Komentar (Atom)
