Minggu, 25 Maret 2012

Rabo, 270312

Pas pelajarannya PK [baca: Pak karno], diganti sama seorang cowok, yang katane buat motivator gitu..
Namanya : ‘Syam’ apa siapa gitu, pokoke namane unik. *hehe. . ternyata mas e itu alumni smaLsa jugak, dia ketua OSIS kLo gak salah thun 2003. .
Nah, dari sesi kali ini, menurut ku, mas e igh juga gak pinter2 bgd, gak ungguL gtu lah dalam akedemiknya [*maap ya mas :D]. Tapi cuy, dia tuh pinter ngmong trus juga pinter sosialisasi. Keren deeh pokoknya!! Rasa sosialnya gede bgd .

Dari dia, yang dapat aku ambiL :
-          Pokok.e semua itu kita serahin aja ma yang di atas. Mas.e tuh punya banyak perusahaan, dan kesemua perusahaane dia , dia serahin demua nya ma Allah..

-          Untuk pilihan jurusan, nomor satu tetap pilihan orang tua. Harus itu!! Nah, pilihan kedua baru pilihan kita. Malah kalo bisa tuh ya, bentrok antara ke 2 pilihan dijadiin satu. Ya kaya mas e itu.. hho

-          Ngingetin aku akan firman-NYA : ‘’Bantulah hamba ku, maka kalian akan ku bantu.’’
Mas e ngingetne, kLo kita itu harus suka bersosialisasi, harus suka mbantu orang laen tanpa pandang bulu. Dan inget satu yang paling penting, jangan pernah ngeharap kebaikan balik dari orang yang kita bantu itu tadi, namun berharaplah hanya Allah yang akan membantumu.

-          Jangan memandang orang sebelah mata. Kalo pun ada seseorang yang gak terlalu unggul dalam bidang A, mgkin dia bakalan unggul di bidang laen. Entah itu B, C, D dll. Dunia kan luas


-          Ada gak di antara kalian yang gak sukses?? Okedeh jangan gak sukses, tapi belum sukses. Sapa coba?! Mana orang nya??
Hei cuy, setiap orang itu SUKSES!! Lo lahir aja itu uda sukses kog namanya.
Uda lair, gak cacat, gak kurang satu pun, bisa skoLa, bisa makan, itu uda sukses namanya.. bandingin aja ma mereka-mereka yang lairnya *maap* cacat, gak bisa makan, gak bisa skolaa. Gmana coba? Kurang sukses apa coba kalian?


Rabu, 21 Maret 2012

surat untuk KAWAN #part 1


Haruskah kao mengacuhkan ku kawan?

Kawan?? o.O
Yah.. semoga saja sebutan itu masih pantas untuk mu, walopun kadang ku ingin menyebut mu dengan ‘LUZER’ [baca: pecundang]. Namun, hati kecilku tetap bersua bahwa kao lah kawan. .

Kawan, haruskah kao bersikap kasar dan acuh pada ku? Inikah balasan atas kesabaranku kali ini?

Berawal atas kejadian 290212 itu, kao tak lupa kan kawan? aku yakin kao tak kan pernah melupakan atas kejadian itu. Setelah kejadian itu aku sangat membencimu, sangat dan sangat. Kawan, yang menurutku dialah orang terpandang, dialah panutan, dialah orang yang pantas aku hargai...tapi ternyata dia tak laen hanyalah buaian belaka. Kao pengecut kawan!! pengecut!!
Teman yang dulunya aku anggap kao lah satu-satunya teman cewek yang berpikir secara terbuka, secara realitis tanpa fiktif sedikitpun, teman yang ada saat aku galao, dan teman yang selalu mengajari aku dalam segala aspek. Ternyata....dia maya [ :O ]!!  Kao palsu teman! Kao bermuka dua! Ternyata selama ini aku kao bodohi, aku salah. Kao lah ternyata orang yang paling fiktif yang pernah aku kenal!! Apakah hanya karena sebuah film kao jadi begini?! Sungguh memalukan! Dari awal kao cerita, aku uda ngerasa kao emang bener-bener terbawa arus film itu. Kao bodoh kawan!! bodoh!! Bodohnya dirimu hingga film yang jelas2 fiktif itu pun kao jadikan nyata.

***

Hari nian cepat berlalu. 290212 pun tlah ku tinggal pergi dan aku berharap kejadian ini takkan berulang lagi. Dan ku mulai songsong hari-hari tanpa dirimu. Aku senang kawan..sungguh senang. Entah mengapa tanpa adanya dirimu aku bangga. Padahal kita tau, apalah sebuah rumah tanpa adanya pintu. Seperti itulah gambaran akan kelas kita. Apalah sebuah kelas jika ada 1 orang yang tak ada. Nmun entah karena apa aku malah enjoy2 aja tnpa ada dirimu.

Namun, hingga suatu hari, rasa senang ku pun lenyap setelah guru kita, guru yang dulunya sangat kao banggakan, namun akhirnya kao khianati juga. Apakah kao tau apa yang dikatakan sang guru kawan? beliau bilang bahwa kao bakalan masuk skola lagi. 

Apa?!

Kao?!

Seorang pengecut itukah?

Oh my God.. mungkin dunia bakalan ancur.
Kenapa kao datang kawan? kenapa?
Tawa ku kini pun sirna dan berubah jadi sebuah asa. Hingga kao tau? Kebencian itu tumbuh kembali..
Huft.. aku pun jadi malas menjelang hari esok. Karena hari esok adalah hari ku bertemu dengan kawanku, yang tak laen yaitu kao.

Hari H pun datng, kebencian ku semakin meluap. Tapi ternyata,, apa yang terjadi kawan? taukah kao?
Melihatmu aku pun jadi luluh [ =’) ]. Hati yang yang sempat memberontak kini berubah drastis menjadi haru biru. Entah kenapa hati ini merasakan rindu padamu. Sangat rindu..dan kebencian pun hilang, bener-bener hilang entah ke negeri seberang mana. Aku rindu kao teman.. rinduuuu....
Ingin ku segera berlari menuju arahmu, dan kusambut kao dengan senyuman yang belum pernah ku sunggingkan selama ini.

Tapi kawan,, kao tampak beda ternyata.
Kao terlihat sangat kasar, dari jalan, berpenampilan, kao seperti.... yah.. tokoh di film itu. 
Ohh kawan, benarkah kao terobsesi dengan tokoh itu? Oke, terserah kao terobsesi atao gak,toh bukan urusanku. Namun haruskah kao berlagak seperti in? Aku menjadi sedikit muak kawan -____-

Sudahlah, itu tak penting, yang penting hati ini. Hati ini serasa ingin cepat-cepat menyapa dirimu.
Hati ini sudah tak terbendung lagi untuk menyapamu.. 
dan kini tiba saatnya saat kao menyalurkan kertas-kertas soal. hatiku makin tak karuan [dag dig dug].
saat detik-detik kao menoreh ke belakang, mulutku pun telah terbuka untuk menyebut namamu..

N...............?!! >,<
tapi..... apa kao sadar apa yang telah kao lakukan padaku kawan?!! hati ini serasa tlah lepas dari genggamanku. Hatiku sakit kawan. sakiiiiittt sekali

sekarang aku tanya! Memangnya apa yang telah aku lakukan kepadamu kawan?? apa?? Apakah aku menyakitimu? Apakah aku menginjak-injak harga dirimu? Apakah aku telah berbuat dosa kepadamu hingga aku mendapatkan karma seperti ini?
Inikah balasan dari mu kawan?? balasan atas kesetiaan ku padamu? Balasan atas hati kecil ini yang ingin menyapamu? balasan atas sapaan manis yang ingin ku keluarkan dari bibir ini kepadamu disaat teman yang lain mencemoohmu? Heeee????!!!
Inikah balasan dari mu kawan? Sehina itu kah diriku hingga menorehpun tak kao lakukan?! Oke, kao tak menoreh pun tak apa, tapi tak bisakah kao sedikit ramah padaku?! Haruskah kao sekasar itu?

Gertakan suara kertas itu membuat hatiku kecut. Hati ini sakit, tapi lebih sakit saat ku pandang kertas itu. Haruskah kao lempar dengan kasar kertas suci itu? Kertas itu tak bersalah kawan, TAK SALAH. Dia tak ada sangkut pautnya dengan keadaan mu yang sekarang. Tapi kenapa kao ikut sertakan ia dalam gejolakmu?! Apa kao tak punya malu?!

Dan entah mengapa.. air mata ini tak bisa ku bendung lagi. Air mata ini deras membanjiri wajah yang tadi sempat tersenyum kepadamu.

Heii kawan, bukankah kita berteman hampir genap 2 tahun?? Ya.. 2 thun,.waktu yang cukup lama menurutku..sangat lama..dan biasanya dengan waktu yang selama itu, 2 orang berkawan pasti telah mengerti keadaan teman yang laen. Dan aku pun yakin kao telah mengenalku secara keseluruhan.
Dan aku pun yakin, kao telah mengerti aku bahwa aku ini adalah wanita RAPUH, wanita CENGENG!! Tapi mengapa kao setega ini kawan?? bukankah kao tau, bahwa semacam ini pasti membuatku sakit hati dan menangis!! Taukah itu kao kawan?

Namun, tiada gunalah air mata ini. Bodoh sekali aku , membuang sia-sia air istimewa ini ika hanya untuk menangisi seorang kawan layaknya kao.

Hingga beberapa waktu berlalu, hatiku yang sempat pudar karena mu telah kembali menyatu. Dan tak kusangka, sepengembalian hatiku ini ternyata masih mebuatku penasaran untuk menyapamu. Dan akhirnya ku urungkan niat ingin membencimu, kan ku pendam semua rasa jengkel itu. Ku lakukan semua demi kao.
Lalu ku bernafas dan ku keluarkan CO2 ini seraya ku kembangkan senyum dari bibir ini, dan aku yakin aku akan berbicara dengan mu.

Sebelum hal bodoh yang aku ku lakukan itu, aku bertanya pada steman-temanku. Bgagaimana pendapat mereka jka aku mengakak kao bicara. Dan taukah kao apa jawaban mereka?? Kebanyakan dari mereka ragu akan hal bodoh ini. Tapi TIDAK untukku! Hati ini, hati ini teteap bersikeras untuk mengetok pintu hatimu.
Hingga hari H pun datang [jeng jeng jeng], saat keluar dari penjara ujian, ternyata kao masih diluar sembari packing-packing .. ih wow gak biasanya hloh kamu gini, biasanya langsung ngeblandang pergi seperti jet. Kao masih disini aku lega. dan saat ku panggil namamu, bibir ini bergetir tak karuan, tangan menjadi kian membeku dan hati berharap kao buka pintu hati mu.

Namun,, ternyata tak ada respon positip darimu. Aku pikir kao tak mendengarkan sayup-sayup suaraku. Hjingga ku ulang beberapa kali lagi untuk memanggilmu, namun tetap nihil !! Menoreh pun tak kao lakukan. Tapi, aku tak putus asa. Dan saat ku membuka bibir ini lagi, dan akan mengatakan sesuatu, kao pergi kawan!! kao pergi!! Heii teman macam apa ini?! Apa kao tak punya perasaan?! Dimana hati nurani mu saat kini?
Sakiit hati ini kawan!! sakiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttt sekali, panah yang kao sasarkan kepadaku benar-benar menancap dan menembus hingga dasar relung hatiku.
Kawan.. tak bisakah kao membuka pintu mu? Ayo kawan.. ayo.. tunjukkan padaku kao masih pantas untuk ku panggil dengan sebutn KAWAN.

Ohya, ingatkah kao pada 290212 laulu?? Pesan kesan yang kao lanturkan untukku, ‘untuk Ucin, moga bisa jadi tambah dewasa, jangan kaya anak kecil lagi’
Makasih kawan, makasih untuk lantunan do’a mu kepadaku. Tapi kawa, kLo boleh ngoment, mungkin do’a itu lebih tepat [lebih layak] untuk doa’in kamu sendii. Karena, asal kam tau aja, orang dewasa gak akan mungkin ngelakuin hal bodoh seperti apa yang kao lakukan!! Layaknya orang dewasa, pastinya bisa berpikir jauh. Oooh...atau mungkin kao berpikir terlalu jauh kawan

Dan ingatkah kao juga ada 1 pesan kesan untuk seorang teman. Sebut saja ‘A’. kao berkata, “buat A, jangan bermuka 2 yaa.” Hoo... mungkin do’a itu juga lebih pantas untuk mu teman.

***
Hembtt.....entahlah apa yang terjadi padamu.
Namun 1 hal yang aku ingin kan, kembalillah ke pikiran jernih mu kawan, 
dan bersikaplah seolah kao kawan ku.
***

dan aku sangat berharap kita dapat sperti mereka 



Kamis, 15 Maret 2012

REMIDI bukan berarti GAGAL

        Mendengar kata remidi, pasti kebanyakan anak langsung lesu dan membujuk otak untuk berpikir mundur tentang kejadian saat ulangan waktu itu. Siapa coba yang tak merinding dengan kata itu? Atau jangan-jangan mlah suka kalau remidi? Pastinya gak kan... dan siapa coba yang tak pernah remidi? Ya mungkin ada sih, satu atau dua orang saja. Dan pastinya mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Tapi ingat 1 hal bahwa dunia tak pernah berhenti berputar.
Kebanyakan orang takut dengan sososk remidi. Banyak juga yang menjadikan remidi itu layaknya momok. Sebenarnya apa sih remidi? Remidi itu biasanya di terapkan buat anak-anak yang nilainya dibawah KKM. Sedang KKm itu ialah nilai batas tuntas di setiap pelajaran.
Dan seperti normalnya, saya pun juga pernah mencicipi apa itu remidi. Bermula dari SD hingga SMP, saya tak pernah mengenal apa itu remidi. SMA kelas X saya pun juga belum ta’aruf dengan dirinya. Namun, naik kelas XI inilah waktu suram mulai mendatangi diriku. Dan di kelas XII, aku pun pernah sampai stres, gara-gara momok itu. Saya remidi hingga 2x banyaknya.. whoooo. Dan sialnya, itu adalah pelajaran yang paling aku dewakan. Awalnya aku pun tak kuasa dengan apa yang ku dapat, aku tak terima dengan hasil ini. Bad mood pun datang hingga berminggu-minggu. Hingga suatu ketika datang seorang teman yang bisa membuat diriku netral kembali. Karenanya aku bangkit dan mulai berani untuk mengadahkan kepala lagi. Kata dia, ini mlah sebuah kesempatan.
Well.., setelah kepala dingin, aku pun bisa berpikir jernih kembali. Remidi itu bukan berarti kita gak bisa, kita gak mampu dan juga  bukan berarti kita BODOH! Tapi remidi itu malah seperti layaknya sebuah kesempatan, kesempatan kedua buat mengulang pelajaran itu. Yang mana, mungkin saat itu kita entah belum siap, entah gak fit ataupun alasan-alasan yang lain.
Toh, remidi itu juga bermanfaat kog buat kita. Ya kan? Remidi itu menyuruh kita buat belajar lagi. Jadi, mau gak mau pelajaran bakalan lebih keserap ke otak. Ya kan?
Dan ingat, bahwa remidi itu bukan berarti kita GAGAL. Namun, remidi itu adalah sebuah kesempatan untuk BERUBAH.

Kamis, 08 Maret 2012

PARADE KEHIDUPAN (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾'̾̾)̾


Hidup ini indah . . .
Seelok bianglala taburkan aneka warna
Semanis madu cecap kau nikmati

Hidup ini gelap ...
pahit getir menyelinap dalam gumpalan kalbu
ombang-ambing keruhkan jiwa

Hidup ini indah . . .
Saat ku ungkap berjuta angan
Melaju kencang dengan segala asaku
Meski setitik cahaya nanar kupandang
Ada masa tentu tatapku kan silau

Hentikan!
Perkataan mu hanyalah sebuah ilusi
Ilusi bagaikan seonggok sampah
Ya, sampah sampah dan sampah
Ilusi yang tak lain hanyalah sebuah angan belaka
Angan yang tak pernah berujung
Bualan insan sarat kesangsian

Ini bukan hanya ilusi atau angan belaka
Sebuah anugrah yang kan kunikmati nanti
Hasil kerja kerasku terbayar lunas
Tuntas melakoni jatidiri sampai puas

Kala malam makin larut,
Aku terpasung dalam kesunyian
Terdiam menatap ilusi kesendirian
Diriku seakan terbias dalam kekosongan

Langkah demi langkah kian pasti
Jalan terjal penuh kelokan pun kulalui
Tak karuan rasa menerpa ragaku
Namun, kucoba mampu singkirkan itu
Seiring kobaran api bakar semangatku
Redam padamkan bara keengganan
Lajuku deras tak terbendung
Yakin kuasa-Nya sentiasa nahkodaiku

Sampai kapan beribu kata tiada pasti kan kau lantunkan?
Muak...muak sudah indraku terima sgala celotehmu
Yang tlah menuntunku, makin terperosok dalam kegelapan
Ya, hidupku seakan hampa
Ketika kebimbangan mulai menyergapku
Hingga ketidakberdayaan memaksaku tuk terpaku
Ingin ku berlari menjauhi gemerlap yang silau
Ingin ku menyendiri berkawan bayang diri
Ingin ku berpaling dari duniaku,
Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang ku rasa
Dalam hati ingin ku hancurkan semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa

Yakinkan dunia, kepalkan tangan
Halangan adalah jejak kelam
Sirna mereka oleh terpaan rembulan

Ukirlah kenangan masalalu
Teraniyaya kau di ombang ambing kan nya
Sampah tetaplah menjadi sampah
Tanpa prolog, semua takkan pernah berawal

Sekali lagi, heningkan hatimu
Kelakar busuk keluar darimu
Kau hidup selamanya
Berfikirlah demikian

Kebekuan jiwa mulai menjelma
Kedinginan nurani setia menemani
Aku rindu tentang kehangatan
Aku bermimpi tentang keindahan
Dan saat perjalanan adalah perasaan
Hati gelisah menjadi tumpuan
Perlahan-lahan rasio menjauh
Akal pun berlalu tanpa berpesan
Dan yang tersisa hanyalah kepahitan!!

Entah berapa lama ku melangkah
Ku tak dengar semua penolakanmu
Kini, tiba waktu tuk berpotret diri
Sedia ikuti ke mana kaki melangkah dan terus melangkah
Ku ikuti dengan senyum optimisku
Mengiringi liku-liku kehidupan mengukir sejarah
Walau hanya sebatas dunia kecilku
Pelita mulai bergerak
Beri coretan sentuhan warna
Menyibakkan gelap, kanan kiri ku mulai merona
Berbinar pula aura ku berikan reaksi
Masa demi masa berlalu tinggalkan kesan

Citaku, anganku, harapku, impianku
Tergenggam erat dengan segenap keyakinanku