Kamis, 15 Maret 2012

REMIDI bukan berarti GAGAL

        Mendengar kata remidi, pasti kebanyakan anak langsung lesu dan membujuk otak untuk berpikir mundur tentang kejadian saat ulangan waktu itu. Siapa coba yang tak merinding dengan kata itu? Atau jangan-jangan mlah suka kalau remidi? Pastinya gak kan... dan siapa coba yang tak pernah remidi? Ya mungkin ada sih, satu atau dua orang saja. Dan pastinya mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Tapi ingat 1 hal bahwa dunia tak pernah berhenti berputar.
Kebanyakan orang takut dengan sososk remidi. Banyak juga yang menjadikan remidi itu layaknya momok. Sebenarnya apa sih remidi? Remidi itu biasanya di terapkan buat anak-anak yang nilainya dibawah KKM. Sedang KKm itu ialah nilai batas tuntas di setiap pelajaran.
Dan seperti normalnya, saya pun juga pernah mencicipi apa itu remidi. Bermula dari SD hingga SMP, saya tak pernah mengenal apa itu remidi. SMA kelas X saya pun juga belum ta’aruf dengan dirinya. Namun, naik kelas XI inilah waktu suram mulai mendatangi diriku. Dan di kelas XII, aku pun pernah sampai stres, gara-gara momok itu. Saya remidi hingga 2x banyaknya.. whoooo. Dan sialnya, itu adalah pelajaran yang paling aku dewakan. Awalnya aku pun tak kuasa dengan apa yang ku dapat, aku tak terima dengan hasil ini. Bad mood pun datang hingga berminggu-minggu. Hingga suatu ketika datang seorang teman yang bisa membuat diriku netral kembali. Karenanya aku bangkit dan mulai berani untuk mengadahkan kepala lagi. Kata dia, ini mlah sebuah kesempatan.
Well.., setelah kepala dingin, aku pun bisa berpikir jernih kembali. Remidi itu bukan berarti kita gak bisa, kita gak mampu dan juga  bukan berarti kita BODOH! Tapi remidi itu malah seperti layaknya sebuah kesempatan, kesempatan kedua buat mengulang pelajaran itu. Yang mana, mungkin saat itu kita entah belum siap, entah gak fit ataupun alasan-alasan yang lain.
Toh, remidi itu juga bermanfaat kog buat kita. Ya kan? Remidi itu menyuruh kita buat belajar lagi. Jadi, mau gak mau pelajaran bakalan lebih keserap ke otak. Ya kan?
Dan ingat, bahwa remidi itu bukan berarti kita GAGAL. Namun, remidi itu adalah sebuah kesempatan untuk BERUBAH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar