Mendengar
kata remidi, pasti kebanyakan anak langsung lesu dan membujuk otak untuk
berpikir mundur tentang kejadian saat ulangan waktu itu. Siapa coba yang tak
merinding dengan kata itu? Atau jangan-jangan mlah suka kalau remidi? Pastinya
gak kan... dan siapa coba yang tak pernah remidi? Ya mungkin ada sih, satu atau
dua orang saja. Dan pastinya mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Tapi
ingat 1 hal bahwa dunia tak pernah berhenti berputar.
Kebanyakan
orang takut dengan sososk remidi. Banyak juga yang menjadikan remidi itu
layaknya momok. Sebenarnya apa sih remidi? Remidi itu biasanya di terapkan buat
anak-anak yang nilainya dibawah KKM. Sedang KKm itu ialah nilai batas tuntas di
setiap pelajaran.
Dan
seperti normalnya, saya pun juga pernah mencicipi apa itu remidi. Bermula dari
SD hingga SMP, saya tak pernah mengenal apa itu remidi. SMA kelas X saya pun
juga belum ta’aruf dengan dirinya. Namun, naik kelas XI inilah waktu suram
mulai mendatangi diriku. Dan di kelas XII, aku pun pernah sampai stres,
gara-gara momok itu. Saya remidi hingga 2x banyaknya.. whoooo. Dan sialnya, itu
adalah pelajaran yang paling aku dewakan. Awalnya aku pun tak kuasa dengan apa
yang ku dapat, aku tak terima dengan hasil ini. Bad mood pun datang hingga
berminggu-minggu. Hingga suatu ketika datang seorang teman yang bisa membuat
diriku netral kembali. Karenanya aku bangkit dan mulai berani untuk mengadahkan
kepala lagi. Kata dia, ini mlah sebuah kesempatan.
Well..,
setelah kepala dingin, aku pun bisa berpikir jernih kembali. Remidi itu bukan
berarti kita gak bisa, kita gak mampu dan juga
bukan berarti kita BODOH! Tapi remidi itu malah seperti layaknya sebuah
kesempatan, kesempatan kedua buat mengulang pelajaran itu. Yang mana, mungkin
saat itu kita entah belum siap, entah gak fit ataupun alasan-alasan yang lain.
Toh,
remidi itu juga bermanfaat kog buat kita. Ya kan? Remidi itu menyuruh kita buat
belajar lagi. Jadi, mau gak mau pelajaran bakalan lebih keserap ke otak. Ya
kan?
Dan
ingat, bahwa remidi itu bukan berarti kita GAGAL. Namun, remidi itu adalah
sebuah kesempatan untuk BERUBAH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar