Hidup ini indah . . .
Seelok bianglala taburkan aneka warna
Semanis madu cecap kau nikmati
Hidup ini gelap ...
pahit getir menyelinap dalam gumpalan kalbu
ombang-ambing keruhkan jiwa
Hidup ini indah . . .
Saat ku ungkap berjuta angan
Melaju kencang dengan segala asaku
Meski setitik cahaya nanar kupandang
Ada masa tentu tatapku kan silau
Hentikan!
Perkataan mu hanyalah sebuah ilusi
Ilusi bagaikan seonggok sampah
Ya, sampah sampah dan sampah
Ilusi yang tak lain hanyalah sebuah angan belaka
Angan yang tak pernah berujung
Bualan insan sarat kesangsian
Ini bukan hanya ilusi atau angan belaka
Sebuah anugrah yang kan kunikmati nanti
Hasil kerja kerasku terbayar lunas
Tuntas melakoni jatidiri sampai puas
Kala malam makin larut,
Aku terpasung dalam kesunyian
Terdiam menatap ilusi kesendirian
Diriku seakan terbias dalam kekosongan
Langkah demi langkah kian pasti
Jalan terjal penuh kelokan pun kulalui
Tak karuan rasa menerpa ragaku
Namun, kucoba mampu singkirkan itu
Seiring kobaran api bakar semangatku
Redam padamkan bara keengganan
Lajuku deras tak terbendung
Yakin kuasa-Nya sentiasa nahkodaiku
Sampai kapan beribu kata tiada pasti kan kau lantunkan?
Muak...muak sudah indraku terima sgala celotehmu
Yang tlah menuntunku, makin terperosok dalam kegelapan
Ya, hidupku seakan hampa
Ketika kebimbangan mulai menyergapku
Hingga ketidakberdayaan memaksaku tuk terpaku
Ingin ku berlari menjauhi gemerlap yang silau
Ingin ku menyendiri berkawan bayang diri
Ingin ku berpaling dari duniaku,
Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang ku rasa
Dalam hati ingin ku hancurkan semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa
Yakinkan dunia, kepalkan tangan
Halangan adalah jejak kelam
Sirna mereka oleh terpaan rembulan
Ukirlah kenangan masalalu
Teraniyaya kau di ombang ambing kan nya
Sampah tetaplah menjadi sampah
Tanpa prolog, semua takkan pernah berawal
Sekali lagi, heningkan hatimu
Kelakar busuk keluar darimu
Kau hidup selamanya
Berfikirlah demikian
Kebekuan jiwa mulai menjelma
Kedinginan nurani setia menemani
Aku rindu tentang kehangatan
Aku bermimpi tentang keindahan
Dan saat perjalanan adalah perasaan
Hati gelisah menjadi tumpuan
Perlahan-lahan rasio menjauh
Akal pun berlalu tanpa berpesan
Dan yang tersisa hanyalah kepahitan!!
Entah berapa lama ku melangkah
Ku tak dengar semua penolakanmu
Kini, tiba waktu tuk berpotret diri
Sedia ikuti ke mana kaki melangkah dan terus melangkah
Ku ikuti dengan senyum optimisku
Mengiringi liku-liku kehidupan mengukir sejarah
Walau hanya sebatas dunia kecilku
Pelita mulai bergerak
Beri coretan sentuhan warna
Menyibakkan gelap, kanan kiri ku mulai merona
Berbinar pula aura ku berikan reaksi
Masa demi masa berlalu tinggalkan kesan
Citaku, anganku, harapku, impianku
Tergenggam erat dengan segenap keyakinanku
eeeee.... ketemu anda lagi... :3
BalasHapuswhaha :DD
HapusAllah lah yang mempertemukan kita. *hLoh.. haha